Masih adakah kesempatan itu untukku

“Ku coba ungkap tabir ini

Kisah antara kau dan aku

Terpisahkan oleh ruang dan waktu

Menyudutkanmu meninggalkan ku

Kumerasa tlah kehilangan

cintamu yang tlah lama hilang

Kau pergi jauh karena salahku

yang tak pernah menganggap kamu ada “

Sepenggal lagu Kehilangannya – Firman Idol

Benar-benar membuatku teringat kembali kepada dirinya

yang kini entah dimana…

Andai ku dapat kembali ke masa itu…

Masa dimana masih ada dirimu disisiku

Masa dimana cintamu masih menjadi milikku…

Namun ketidakberdayaanku ketika itu membuatku

Melepaskan ngenggaman tanganmu dari ku…

Kumerasa tlah kehilangan

cintamu yang tlah lama hilang

Kau pergi jauh karena salahku

Ya..semua yang terjadi adalah kesalahanku

diriku yang tidak pernah dapat mempertahankan keberadaanmu

Diriku yang tidak pernah dapat mengatakan padamu

Betapa ku mencintaimu

Betapa ku tak ingin kau pergi dariku

Namun sekarang segalanya tlah berlalu

Tak ku temukan lagi dirimu disini….

dan ku telah kehilangan dirimu….

Namun bila masih ada satu kesempatan untuk ku

kembali kemasa itu….

ku hanya ingin katakan…Bahwa akupun Mencintaimu….

Biarkanlah mata ini menatap indahnya dunia

Ingat peristiwa ketika itu…

jadi ingat ketika masa-masa ku di usianya kini

ketika masih duduk di bangku sekolah..

ketika masih memakai seragam putih abu-abu…

ketika rasa ingin tahu tentang banyak hal begitu kuat dalam diriku

namun kekhawatiran dan proteksi dari orang tua begitu berlebih

wajar orang tua ingin melindungi anak-anaknya

wajar orang tua mempunyai kekhawatiran yang tinggi terhadap anak-anaknya

karena mereka khawatir anak-anaknya salah jalan nantinya.

karena mereka khawatir anak-anaknya akan terluka di luar sana…

itu yang dapat ku katakan sekarang…tapi dulu yang ada adalah kesedihan…

mengapa mereka tidak mengijinkan ku anaknya untuk dapat bergerak bebas seperti teman-teman seusiaku ketika itu…

dimana mereka bisa tertawa lepas tanpa rasa khawatir pulangnya akan dimarahi oleh orang tua mereka…

ketika ku berada di usia itu….tak pernah ku tertawa lepas

tak pernah ku berjalan tanpa rasa takut dan kekhawatiran

tak pernah ku dapat berbicara selayaknya usiaku ketika itu….

yang ada adalah rasa takut…takut dan takut….

namun rasa penasaranku akan melihat dunia itu begitu tinggi

hahaha….terkadang suka geli sendiri bila mengingat masa itu….

tapi hiks…hiks…dalam waktu yang bersamaan bisa menangis tanpa air mata…

jiwaku pemberontak…tapi masih dalam kukungan rasa takut…

bila ada kesempatan ku acap kali sering bepergian sendiri tanpa harus ditemani oleh kakak-kakak ku

semata hanya ingin menghilangkan rasa penasaranku saja

atau pergi bersama teman-temanku….tentunya dengan sedikit kebohongan terhadap orang rumah….

tapi aku konsekwen dengan diriku sendiri…

ku hanya ingin pergi dan mengetahui tempat-tempat yang belum pernah ku kunjungi…

dan ku juga tlah berjanji pada diriku sendiri ketika itu..untuk tidak menyentuh kenakalan remaja yang ada ketika itu…

seperti drunk, alkohol dan sex bebas…

walaupun ketiga hal tersebut dekat sekali denganku ketika itu

karena beberapa dari teman-teman akrabku acap kali melakukan ketiga hal tersebut…

tapi tak sekalipun ku terbujuk atau tergiur untuk mencoba salah satunya

karena yang ku inginkan hanyalah kebebasan tuk mengekspresikan diri tanpa rasa takut di dalam dada…

yang ku inginkan ku hanya ingin terbang tinggi tapi ku juga sadari pastinya ku harus kembali pulang….

Ahh…masa itu tlah lama berlalu…

kini ku tlah beranjak dewasa..bukan usia remaja atau ABG lagi…

seharusnya kebebasan ekspresi yang dulu selalu ku impikan sudah bisa ku dapatkan kini…

seharusnya ku sudah bisa terbang tinggi tanpa rasa takut di dalam dada lagi….

seharusnya ku sudah dapat mengunjungi banyak tempat dan melihat indahnya dunia dengan kedua mataku tanpa harus ada kebohongan lagi

Namun semua itu masih dalam angan dan mimpi…

pertentangan dan perdebatan masih sering kali terjadi…..

walau terkadang ku menyadari bahwa semua itu adalah lumrah sebuah kekhawatiran orang tua terhadap anaknya…

tapi apakah ku salah bila ku hanya ingin menikmati hidupku…diluar rutinitas pekerjaanku kini…

Ah…Ayah…Bunda….andai kau tahu betapa semua perhatian mu telah membuatku terpuruk dalam diam di relung hatiku….

Namun ku tetap diam…ku lebih memilih mengalah untuk kalian…mengalah demi rasa sayangku pada kalian….

Setidaknya sekarang ini kalian tetap mengijinkan ku untuk menjejakkan kaki ke tempat-tempat yang belum pernah ku kunjungi dan meninggalkan jejak-jejak kaki lemahku pada keindahan dunia….

Walau sepulangnya terkadang ku harus mendapat amarah dari kalian…atau mendapatkan wajah emosional kalian….

Biarlah…ku kan tahan semuanya dalam sanubariku…

Demi rasa sayangku pada kalian…

Dan andai kalian dapat mendengar suara hatiku…

ku hanya ingin Terbang Tinggi Seperti Elang….

Karena Aku adalah Aku

Aku…Siapa aku…

Aku adalah aku

Aku bukan kau

Aku bukan dia

Aku bukan mereka

Dan Aku bukan kalian

Aku adalah aku….

Tak perlu kau pahami

Bila kau tak dapat memahami jiwaku

Tak perlu kau mengerti

Bila tak dapat kau mengerti diriku

Ku hanya ingin menjadi diriku sendiri

Bukan dirimu

Bukan dia

Bukan mereka

dan

Bukan kalian

Aku tak kan bisa menjadi dirimu

Tak juga bisa menjadi dirinya

Tak mampu menjadi diri mereka

Bahkan menjadi diri kalian

Ku hanya bisa menjadi diriku sendiri

Dengan semua keterbatasanku

Dengan semua kelemahanku

dan dengan semua kekuranganku

Ku hanya bisa menjadi diriku sendiri

Bagimu…aku tak sebanding denganmu

Baginya…aku tak sehebat dirinya

Bagi mereka…aku tak sepandai mereka

Bagi kalian….aku tak sesempurna kalian

Tapi bagiku…Aku tetaplah aku…..

Kau menginginkanku???

Jangan kau ubah aku seperti mu

Jangan kau ciptakan aku seperti dia

Jangan kau tuntut aku menjadi mereka

Jangan kau paksa aku mencontoh kalian

Karena ku hanya ingin kau mencintaiku sebagai aku

Menyayangi diriku sebagai aku

Atau kau boleh pergi tinggalkan aku…..

Karena

Aku adalah aku

Aku bukan kau

Aku bukan dia

Aku bukan mereka

Dan Aku bukan kalian

Aku adalah aku….

Ku tak sendiri

Seorang teman mengirimiku sebuah pesan setelah beberapa kali membaca status di Facebook ku….Pesannya singkat…tapi yang ku rasakan seperti sebuah tamparan yang sangat telak  di mukaku….dia mengingatkanku untuk tidak terus berduka dan tidak juga menyimpan lara seorang diri….

Iya betapa bodohnya aku…sampai2 aku merasa bagaikan orang yang paling malang di dunia ini….sehingga ku merasa seperti orang yang tiada berkawan. Padahal hidupku dikelilingi oleh orang – orang yang mencintai dan menyayangiku…mengapa aku harus bersedih oleh karena sebuah penghianatan dari orang yang hanya mengaku mencintaiku….sementara aku masih memiliki banyak kesetiaan dari orang-orang yang benar-benar mencintaiku.

Terima kasih Kawan…kau telah mengingatkanku atas kesalahan yang ku lakukan kali ini. kamu benar Allah tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan hambanya….bila masalah ini datang dalam hidupku…berarti Allah tahu…aku pasti bisa melalui semua ini….bukankah yang lalu aku mampu melaluinya mengapa tidak untuk yang satu ini….ku yakin ku pasti dapat melaluinya…walau mungkin akan tertatih dan terjatuh tapi ku yakin akan dapat melewatinya dan kembali tegar berdiri kembali…ku kan dan kembali tersenyum dan ceria seperti sedia kala….dan tak kan pernah ku biarkan seorangpun menghapus keceriaan dalam hidupku….

Terima Kasih Yaa Allah…telah Kau berikan padaku sahabat-sahabat yang baik dan selalu mengingatkanku akan kebaikan.

Kini…Biarkan ku melangkah seringan kapas yang terbang di udara

Menatap ruang yang telah dihiasi indahnya pelaminan pernikahan, membuatku kembali teringat kemasa itu, masa indah mimpi kebahagian yang terpaksa ku bunuh mati demi sebuah perasaan, Masa indah mimpi hidup bersamanya yang terpaksa ku kubur dalam-dalam disanubari hatiku demi kebahagiannya di hari ini.

…Demi hari ini, demi kebahagiaan dan senyumnya, ku bunuh kebahagian dan perasaanku di masa itu…ku tahan segala perasaan dalam hatiku, ku menangis tanpa air mata yang membasahi pipiku….dan tak ku biarkan seorangpun tahu tentang lara ini…..Adilkah semua ini untukku…

…Disaat semua orang tertawa, semua orang datang dengan senyuman dan kebahagian mereka pada hari bahagiamu…

…Namun tahukah mereka…ku tengah memakai topeng kebahagian di harimu itu demi menutupi lukaku yang terungkit tanpa ku sadari….

…Tahukah mereka, ada luka yang kembali terbuka dan lara yang kembali menyapa hatiku, mengingatkanku akan masa yang telah lalu…

Tuhan…musnahkan semua luka ini, jangan biarkan kembali lagi dalam hidupku, Ikhlaskan hati ini menerima semua ini…

Bahwa demi dirinya bahagia, demi menjaga segala perasaannya, dan demi terwujudnya hari ini, tanpa harus ku yang mendahuluinya….

Telah ku korbankan cintaku sendiri

Telah ku musnahkan kebahagianku sendiri

Telah ku rejam perasaan dalam jiwaku

Dengan satu harapan…kelak dapat ku temukan kembali kebahagianku

Kelak ku kan temui cinta sejatiku kembali

Dan kelak ku pun kan kembali menghidupkan cinta yang ku bunuh mati dalam jiwaku….

Setelah hari ini..Ijinkanlah aku Tuhan…tuk melangkahkan kakiku seringan kapas yang terbang diudara.

Qie

Tak kan ada penyesalan itu………

Mungkin bagimu akan terdengar seperti keangkuhan

Tapi bagiku inilah sikap ku padamu

Tak ingin terus kau permainkan perasaanku

Keputusan telah ku pilih

Dan takkan pernah ada kata menyesal

Mencintaimu adalah hal terindah dalam hidupku

Bersamamu mengukir kenangan manis dalam sanubariku

Penghianatanmu adalah luka yang mengores jiwaku

Dan keputusan untuk tidak menerima cintamu kembali

Adalah keputusan paling tepat yang ku ambil untuk hidupku

Mencari Cinta…..

Entah berapa ribu langkah lagi…

Yang harus ku tempuh…

Untuk mengantarkanku kepada

Cinta Sejati….

Cinta yang tidak akan menyakitiku

Cinta yang akan selalu menemani hidupku

Cinta yang akan selalu mengingatkanku

Pada Tuhanku….

Dan Cinta yang akan…

Membawaku….

Pada Ridho Illahi…..

Ungu – Dilema Hati

Seberapa salahkah diriku
Hingga kau sakiti aku begitu menusukku
Inikah caramu membalas
Aku yang selalu ada saat kau terluka

Seberapa hinanya diriku
Hingga kau ludahi semua yang ku beri untukmu
Tak ada satu pun perasaan yang mampu membuatku begitu terluka

Namun ku terlanjur mencintai dirimu
Terlambat bagiku pergi darimu
Bagiku terlalu indah perasaan itu
Tak mudah untukku menjauh darimu

Telah ku coba segala cara
‘Tuk bahagiakan kamu
Merebut hatimu
Namun tak semudah yang ku bayangkan
Bila kau tak inginkan ku ’tuk di sisimu

Tak pernah kurasakan sebelumnya
Menginginkan dirinya hingga ku tak kuasa
Meyakini hatiku bahwa ku mampu berlalu

Namun ku terlanjur mencintai dirimu
Terlambat bagiku pergi darimu
Bagiku terlalu indah perasaan itu
Tak mudah untukku menjauh darimu

Namun ku terlanjur mencintai dirimu
Terlambat bagiku pergi darimu
Bagiku terlalu indah perasaan itu
Tak mudah untukku menjauh darimu

Pesan Bunda

Bunda….
Dulu Ku selalu berkata dalam hatiku dengan penuh Amarah….
Jika ada seseorang yang menyakitiku…
ku pasti akan membalasnya….
Namun tak pernah ku lakukan
Semua karena pesan mu Bunda

Dan…
Seandainya sekali saja kau katakan padaku…
Anakku balas semua orang yang telah menyakitimu….
Aku pasti akan membalasnya lebih dari apa yang pernah dia lakukan padaku…
Tapi kau tak pernah mau mengatakan itu padaku…
Hingga ku slalu berusaha tuk memaafkan…
Dan juga selalu berusaha untuk bersabar…
Menerima semua luka dan sakit hati ini…

Walau terkadang terasa sulit…
Dan terkadang masih merasa ini adalah suatu kebodohan…
Tapi kini sedikit dapat ku pahami Bunda..
Dengan Memaafkan…
Bukan berarti kita menjadi kalah
Justru itulah awal dari kemenangan hati kita
Kemenangan melawan segala amarah
Dan juga sebagai proses menuju pendewasaan diri…

Dan kau pernah berkata Bunda…
Bila kamu mencintai seseorang dan orang itu menyakitimu….
Kecewa hal biasa sebagai manusia biasa yang lemah..
Tapi Tidak perlu kamu merasa sakit hati….
Karena dengan dia menyakitimu
Berarti Allah tengah memperlihatkan kepadamu
Seperti apa orang yang kamu cintai…

Yakinlah suatu ketika nanti ALLAH…
akan memberikan yang terbaik padamu….

I Love You Bunda….

Warna – Tersiksa

Tersiksa Seribu harapan berganti Muram

merenggut menjemput hariku

Oh kasih, merenggut cintaku

Ya sempat tumbuh di hati Bersemi mekar

menghiaskan kalbuku Sirnalah sudah

Kemana harus kucaribahagia cintaku

Yang terenggut pergi dariku

Mengapa tiada kata terakhir Kau ucapkan

Tak taukah kau betapa ku tersiksa

ku telah mengucap janji Tuk membahagiakan dirimu

kasih Ingat kah kau

« Entri lama